Jumat, 11 Februari 2011

tentang dia..



Aku duduk sendiri, pandanganku tertuju pada seseorang di balik kaca di kejauhan sana, dengan senyuman yang tak asing di mataku, ia melambaikan tangannya. Orang yang sangat aku hargai, sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi. Ia bapakku. Seiring dengan langkah bus yang membawaku pergi terlintas di benakku, atas apa yang telah beliau lakukan terhadap hidupku selama ini. Beliau yang mendidikku, yang rela bekerja membanting tulang ikhlas mengeluarkan keringatnya biar aku hidup. Detik demi detik, hari demi hari bahkan tahun demi tahun apakah yang dapat kulakukan untuk membalas semua pengorbanannya? Sering aku melawan jika beliau marah karena kenakalanku, sering aku tutup telinga ga mau dengerin nasihatnya. Sering juga aku banting pintu jika beliau tidak mengabulkan permintaanku. Tapi, apakah beliau memendam rasa dendam terhadapku? Tidak! Tidak sama sekali. Bahkan ketika aku jatuh pun, beliau memberikan sayap sayap nya agar aku dapat bangkit dan terbang lagi. Beliau dapat tulus memaafkan kehilafanku. Bahkan beliau tetap menyebut namaku dalam setiap doa doa nya hingga kini aku masih bisa bertahan sampai saat ini. Tak sadarkah aku, bahwa kini aku telah memiliki seseorang yang paling berarti dalam hidupku. Sering sekali aku 'ngedumel' dalam hati, dasar galak, kuno, cerewet. Ya Tuhan, betapa durhakanya aku. Aah.. Pikirku terhenti, dan kupandangi bapak masih dibalik kaca. Semakin jauh, Aku baru sadar, bapak yang dulu tegap kini mulai membungkuk, rambut yg dulunya hitam pun kin memutih, kulitnya mulai berkeriput. Ku tatap beliau, hilang, mataku berbinar dan mulai meneteskan air mata.

Jumat, 04 Februari 2011

tetap semangat :)



Tentang hari ini. Hari ini aku menerima semua hasil dari kemalasan aku selama 5 bulan yang lalu. Ah,tidak, bukan kemalasan sepertinya, lebih tepatnya kegagalanku untuk membagi waktuku. Ketidakmampuanku. Aku kalah. Aku belum berhasil,  aku masih bodoh, aku perlu belajar lebih kedepan. Tapi aku tidak takut. Tidak boleh minder. Toh kesalahan dalam proses belajar itu wajar. Kalau aku udah pinter sekarang aku sudah tidak disini lagi. Disini aku cuma seorang mahasiswi. Semuanya bukan karena siapa siapa, tapi semua kembali pada diriku. Aku yang masih bodoh ini, masih pengen belajar disini. Tidak sekadar nilai yang aku mesti cari, tapi nilai nilai kehidupan lain yang perlu aku timba, begitu kata dosen idola aku.hehehe:) <makasih pak buat motivasinya>



aku tidak ingin meninggalkan ruang kelas, tapi aku juga butuh ilmu di luar sana, salah satunya dengan berorganisasi. Aku mau semua berjalan beriringan, selaras , harmoni dan bersinergi.. tidak bisa mengelak terkadang aku merasa kosong dengan teori-teori di kelas. Aku tidak mau ketika lulus nanti aku cuma menjadi sarjana yang biasa-biasa saja, tidak punya pengalaman, tidak tahu fakta di lapangannya seperti apa. Apa kita hidup cuma butuh teori-teori itu? tanpa tahu pengaplikasiannya? Toh kenyataannya alam itu tidak melulu stabil, terkadang asumsi-saumsi di kelas tidak selamanya berlaku di lapangan!

Inilah tantanganku, aku harus adil untuk kedua duanya. Aku masih belajar. Aku gagal kali ini, tapi jangan pikir setelah ini aku bakal lari, ga.. Aku akan coba lagi. Lihat progresku di semester depan nanti! ini aku tidak sedang berjanji, tapi aku akan membuktikan kepadamu, bahwa aku mampu, aku bisa bangkit :)

Biar sedikit, tapi harapannya ilmu aku kelak berguna buat orang banyak. Dunia dapet, akhirat juga dapet. Amin ya ALLAH...
Tekanan menghantam dari segala penjuru, aku rasa itu harusnya jadi nikmat. Harus disyukuri, betapa sayangnya Tuhan sama aku.    seperti kata pepatah, tidak ada pelaut ulung dari ombak yang keil :) Cacian, makian, kritikan, itu jadi bahasa terindah biar aku bisa lebih baik lagi. Jangan mudah sakit hati. Sakit hati itu karena kita kurang santai. Nikmatin aja hidup sekarang. Badai pasti berlalu, tapi topan yang lebih besar akan datang. Bukan saat nya kita untuk menyerah!
Intinya sekarang itu butuh DUIT. Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal. Hohoho..
"Biar dunia menyibukanmu, tetep ingat sama ALLAH ya restu", pesan bapak. :)