Sabtu, 15 Oktober 2011

Proses kecil di dalam waktu..



‘Waktunya belum tepat’, itu alasan terakhirmu..

Dengan segala keterbatasan, aku akan coba mengerti.. aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu sibuk sekarang, kamu tidak pernah mengkomunikasikan baik-baik denganku. Hingga malam ini aku beranikan untuk menghubungimu lebih dulu, yah itu jawaban alasan terakhirmu. Aku tidak tahu apa aku harus menyerah atau berserah sekarang. Aku tidak tahu, apakah aku masih bisa mengerti sampai waktu yang tepat itu datang. Bagaimana kalau aku sudah tidak lagi berada di dalam batas?

Otakku berpikir, memilih mencari memilah pikiran-pikiran positif biar aku tidak terjerumus dalam spekulasi-spekulasi tebakan yang membuatku tersesat. Ini lah yang keluar, mungkin kamu memang benar-benar sedang sibuk, apalagi sekarang kamu sudah berada di tangga ke tujuh, aku masih ingat targetmu bulan april nanti, kamu orang yang aku kenal selama ini adalah sosok yang cukup idealis, yaah mungkin bisa jadi itu alasanmu. Tiba-tiba, ahh.. bullsyit! Ini kan malam minggu, waktu buat istirahat setelah sepekan memforsir otak dan tubuh kita. Apa kamu juga tidak ingin beristirahat? Apa dalam waktu senggangmu itu nama ku sudah tidak muncul atau bahkan tidak terlintas dalam benakmu? Apakah hari-harimu sudah kembali stabil seperti sebelum kita bertemu dulu? Apakah aku sudah tidak bisa menjadi teman yang bisa kamu percaya untuk mendengarkan cerita hari-harimu?Jika menonton bola saja sempat, apakah menghubungiku sebentar saja tidak bisa? Apakah pantas jika sampai aku membandingkan aku dengan hobimu? Padahal kita berdua tahu bahwa itu tidak sama. Apakah kamu sudah mulai bosan mengingatkanku pada sang pemulih jiwa? Apakah kamu sudah lelah membangunkan aku di pagi hari? Apakah ini adalah proses dimana kamu akan meninggalkanku? Apakah waktu yang Tuhan sediakan untukku dengan mu sudah habis? Apakah aku ini memang tidak memiliki arti yang lebih dalam hidupmu sekarang? Arrghhhh! Aku sudah berusaha keras memasukkan inputan dengan benar ke otakku, tapi output yang keluar justru seperti ini. Aku sudah tidak lagi mempermasalahkan kita tidak bisa bertemu dalam waktu dekat ini, tapi apakah karena alasan itu kita jadi tidak bisa berbagi lagi, apakah kepedulianmu juga ikut terhenti?

Stop! Aku harus segera menghentikan running ini.

Kamu tahu, ada yang lebih membuatku sedih daripada tidak bisa merasakan perhatianmu lagi, saat kamu mengira aku tidak bisa mengerti dengan keadaanmu sekarang.  Saat aku mengatakan ‘aku bisa mengerti’ itu bukan semata-mata atau sekedar basa basi,  tapi aku memang sedang berusaha meyakinkan hatiku bahwa aku bisa mengerti. Ketika aku mengatakan ‘aku harus sabar’ bisa jadi aku sedang berada di garis batas, tapi aku juga sedang berusaha menguatkan hatiku untuk tidak sampai keluar dari batas itu. Ini bukan berati aku terpaksa, perlu kita tahu hal yang baik memang tidak dengan mudah bisa dilakukan, perlu belajar dan usaha keras.

Kedua ujung bibirku terasa tertarik ke kanan dan kekiri, ketika aku melakukan verifikasi terhadap inputan-inputanku, aku sungguh berterimakasih dengan keadaan ini, aku sudah dibawa dalam proses pendewasaan, aku diuji tentang ketulusan, aku dilatih dengan kesabaran, dan aku diajari tentang menghargai waktu, waktu saat bersamamu dan yang menciptakan kamu. :)

Semoga Allah segera memberikan pemahaman yang lurus tentang keadaanmu sekarang kepadaku, biar aku bisa benar-benar mengerti dan dengan setia menunggu waktu yang tepat itu sampai batas yang telah Tuhan tentukan kepadaku :)

Tentang muara proses ini, itu biarlah menjadi hak prerogatif Tuhan terhadap hidupku dan hidupmu.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar