Masanya telah tiba, dimana waktu kita berjalan seperti memiliki ruang yang berbeda. Untuk tidak mengatakan bahwa kamu sudah tidak ada lagi saat aku memulai membuka mataku dan menemaniku untuk menjamah subuh, untuk tidak membisikkan bahwa disini sudah tidak ada kamu untuk tidak bosan mengingatkankan isya’ku sebelum aku mulai menutup mataku pada ujung hari. Untuk tidak menyuarakan bahwa kamu sudah pergi dari waktu-waktu ku yang lain. Hari kini sudah tidak lagi merekam kita, dia tidak lagi menyebut kita, kita sudah hilang, untuk tidak meneyebut tidak ada, dengan hilang suatu masa barangkali waktu bisa menemukan kita lagi. :)
tulisan JALANAN
Minggu, 20 November 2011
Jumat, 21 Oktober 2011
DIA!
Kanker! sumpah yaaaaaaaaaa gue kesel banget denger kata-kata itu.
Dia itu PEMBUNUH! PERUSAK! PENJAHAT!
Dia itu PEMBUNUH! PERUSAK! PENJAHAT!
Rabu, 19 Oktober 2011
Sabtu, 15 Oktober 2011
Proses kecil di dalam waktu..
‘Waktunya belum tepat’, itu alasan terakhirmu..
Dengan segala keterbatasan, aku akan coba mengerti.. aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu sibuk sekarang, kamu tidak pernah mengkomunikasikan baik-baik denganku. Hingga malam ini aku beranikan untuk menghubungimu lebih dulu, yah itu jawaban alasan terakhirmu. Aku tidak tahu apa aku harus menyerah atau berserah sekarang. Aku tidak tahu, apakah aku masih bisa mengerti sampai waktu yang tepat itu datang. Bagaimana kalau aku sudah tidak lagi berada di dalam batas?
Otakku berpikir, memilih mencari memilah pikiran-pikiran positif biar aku tidak terjerumus dalam spekulasi-spekulasi tebakan yang membuatku tersesat. Ini lah yang keluar, mungkin kamu memang benar-benar sedang sibuk, apalagi sekarang kamu sudah berada di tangga ke tujuh, aku masih ingat targetmu bulan april nanti, kamu orang yang aku kenal selama ini adalah sosok yang cukup idealis, yaah mungkin bisa jadi itu alasanmu. Tiba-tiba, ahh.. bullsyit! Ini kan malam minggu, waktu buat istirahat setelah sepekan memforsir otak dan tubuh kita. Apa kamu juga tidak ingin beristirahat? Apa dalam waktu senggangmu itu nama ku sudah tidak muncul atau bahkan tidak terlintas dalam benakmu? Apakah hari-harimu sudah kembali stabil seperti sebelum kita bertemu dulu? Apakah aku sudah tidak bisa menjadi teman yang bisa kamu percaya untuk mendengarkan cerita hari-harimu?Jika menonton bola saja sempat, apakah menghubungiku sebentar saja tidak bisa? Apakah pantas jika sampai aku membandingkan aku dengan hobimu? Padahal kita berdua tahu bahwa itu tidak sama. Apakah kamu sudah mulai bosan mengingatkanku pada sang pemulih jiwa? Apakah kamu sudah lelah membangunkan aku di pagi hari? Apakah ini adalah proses dimana kamu akan meninggalkanku? Apakah waktu yang Tuhan sediakan untukku dengan mu sudah habis? Apakah aku ini memang tidak memiliki arti yang lebih dalam hidupmu sekarang? Arrghhhh! Aku sudah berusaha keras memasukkan inputan dengan benar ke otakku, tapi output yang keluar justru seperti ini. Aku sudah tidak lagi mempermasalahkan kita tidak bisa bertemu dalam waktu dekat ini, tapi apakah karena alasan itu kita jadi tidak bisa berbagi lagi, apakah kepedulianmu juga ikut terhenti?
Kamu tahu, ada yang lebih membuatku sedih daripada tidak bisa merasakan perhatianmu lagi, saat kamu mengira aku tidak bisa mengerti dengan keadaanmu sekarang. Saat aku mengatakan ‘aku bisa mengerti’ itu bukan semata-mata atau sekedar basa basi, tapi aku memang sedang berusaha meyakinkan hatiku bahwa aku bisa mengerti. Ketika aku mengatakan ‘aku harus sabar’ bisa jadi aku sedang berada di garis batas, tapi aku juga sedang berusaha menguatkan hatiku untuk tidak sampai keluar dari batas itu. Ini bukan berati aku terpaksa, perlu kita tahu hal yang baik memang tidak dengan mudah bisa dilakukan, perlu belajar dan usaha keras.
Kedua ujung bibirku terasa tertarik ke kanan dan kekiri, ketika aku melakukan verifikasi terhadap inputan-inputanku, aku sungguh berterimakasih dengan keadaan ini, aku sudah dibawa dalam proses pendewasaan, aku diuji tentang ketulusan, aku dilatih dengan kesabaran, dan aku diajari tentang menghargai waktu, waktu saat bersamamu dan yang menciptakan kamu. :)
Semoga Allah segera memberikan pemahaman yang lurus tentang keadaanmu sekarang kepadaku, biar aku bisa benar-benar mengerti dan dengan setia menunggu waktu yang tepat itu sampai batas yang telah Tuhan tentukan kepadaku :)
Tentang muara proses ini, itu biarlah menjadi hak prerogatif Tuhan terhadap hidupku dan hidupmu.. :)
Minggu, 07 Agustus 2011
Pulau Tengah, my 1st diving in the sea
13-18 Maret 2010. .
Pengalaman pertama diving di laut. .
Di kepulauan karimunjawa, lebih spesifiknya di pulau Tengah..


4 kali pengalamanku menyelam di pulau tengah.
bintang kecil
di langit yang kecil
amat kecil
menghias yang kecil
aku kecil
terbang dan mengecil
jauh kecil
di tempat yang terpencil
semoga kita akan selalu ingat dengan perjuangan kita ini, bahwa kita adalah keluarga, kita harus saling menjaga, dan laut adalah amanah Tuhan yang harus kita jaga.. :)
Pengalaman pertama diving di laut. .
Di kepulauan karimunjawa, lebih spesifiknya di pulau Tengah..
Masih tidak menyangka pada keadaan dan proses yang membawa aku sampai ke tahapan LPT ini, setelah melalui proses alam yang cukup keras menurut ukuranku.. :p kami berangkat tanggal 13 dari basecamp semarang dini hari menuju dermaga kartini Jepara dengan menggunakan bus. Kapal berangkat menyebrang ke pulau karimunjawa pukul 9 pagi. selama 6 jam terombang-ambing di laut utara jawa, untuk sampai dermaga karimunjawa. Sampai dermaga Karimunjawa, sudah ada beberapa sopek yang siap membawa kami ke pulau kecil, tempat kami akan menghabiskan waktu sepekan.
Di pulau itu aku banyak sekali mendapatkan pengalaman dan pembelajaran, dimana kami berada di pulau yang terpencil, akses transportasi menuju kesana hanya ada sopek, listrik pun hanya sampai jam 9 malem, untuk buang air besar atau pun kecil ya mau ga mau gali lobang, tutup lobang. Pulau itu termasuk dalam jajaran pulau yang tak berpenghuni. Cuma ada 2 cottage kecil yang beebentuk seperti rumah panggung di dalam pulau dan 2 sisanya cottage apung yang ga jauh dari situ. Kalau biasanya makan suka ga di habisin, disana bener-bener aku belajar menghargai makanan, makanan yang kami makan itu adalah makanan terbaik :D pilihannya cuma 2, mau makan seadanya itu atau kelaparan nanti pas dilapangan? Air di rumah yang biasanya melimpah, disana boro-boro buat minum aja kami mesti minum air payau, yang rasanya grrrrrrr... But, walau disana semua dalam keterbatasan menurutku itu lebih baik karena kita bisa lebih bersyukur.. daripada dalam keadaan serba lebih dan enak tapi lupa dengan yang menciptakan lebih itu :)
Selain belajar tentang hidup dan alam, banyak pengalaman yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya di sini,

Water trappen di atas karang yang sungguh menakjubkan, kami satu tim membentuk lingkaran dengan satu orang di tengah sebagai koordinator, dengan background pegunungan karimun, melihat pelangi di ujung pulau tengah itu tidak bisa dibilang pemandangan yang biasa-biasa saja.. pagi yang menawan bukan?
Tanggal 14 pagi, aku menyelam di sebelaah kanan pulau tengah. . Kami entry dari dermaga. Pertama kalinya aku turun ke dalam bawah laut, instruktur membawa kami kedalam lingkungan penyelaman berpasir.Tterlebih dahulu aku belajar untuk beradaptasi dengan perairan disana. Bisa juga untuk menghindari kepanikan-kepanikan saat penyelaman-penyelaman berikutnya.
Tanggal 14 siang, aku menyelam di sebelah kiri pulau tengah. kami berangkat dengan sopek menuju divespot kali ini. Kami entry di tengah-tengah antara pulau kecil dg pulau tengah, menyusuri karang sampai di depan dermaga pulau tengah.

Tanggal 15, aku menyelam disebelah kanan deramaga, sama seperti penyelaman sebelumnya, kami diantar oleh sopek sampai divespot yang dituju. Bedanya kami entry dari atas kapal Menyusuri karang ke arah kiri sampai ke dermaga. Saat penyelaman, instrukur juga mmeberikan materi-materi penyelaman yang lain sekaligus mengenalkan biota-biota yang kita jumpai saat penyelaman.
3 kali penyelaman aku ditemani sama buddy yang begitu sabar menghadapi tingkahku di bawah air :) makasih ody udah jadi buddy terbaikku selama ini :p
Tanggal 16, aku menyelam di depan pulau tengah. untuk penyelaman yang terakhir kami sudah dilepas oleh instrukur, kami fundive bareng temen-temen dan kakak kakak senior :D
4 kali pengalamanku menyelam di pulau tengah.
malamnya kami ada kegiatan malam, disana di bentuk pos-pos ada pos kepemimpinan, organisasi, dsb. kami cuma dibekali obor buat keliling pulau berjalan sendirian menuju pos satu ke pos yang lain. Di saat itu aku tidak merasa takut sama sekali, aku begitu menikmati malam-malam itu, menatap bintang-bintang yang bertaburan melimpah ruah. sambil menyanyikan lagi bintang kecil, dengan mengganti setiap kata terakhir dengan kata 'kecil'
bintang kecil
di langit yang kecil
amat kecil
menghias yang kecil
aku kecil
terbang dan mengecil
jauh kecil
di tempat yang terpencil
kocak bukan main waktu nyanyiin ini bareng sama temen-temen di pinggian pantai sammbil menatap atap langit..
Di tanggal 17,aku dan teman-teman fin swimming mengelilingi pulau tengah. inilah keajaiban yang kesekian aku peroleh di sini, saat mengelilingi pulau tengah, aku sudah benar-benar berserah diri di tengan perjalanan nanti. aku berusaha diri untuk tidak merepotkan yang lain saat perjalanan nanti, aku harus bisa! kami ber-34 benar-benar saling menjaga satu sama yang lain. karena kami adalah satu tim, satu keluarga, harus saling menjaga. 2 orang menjadi leader berjalan di depan yang mencari rute, kemudian disusul 32 yang lain, terkadang kami terputus di tengah jalan, karena terhempas oleh arus yang datang. namun segera kami langsung mengkondisikan dengan baik agar tidak ada yang tertinggal dan hilang. fin swimming di atas karang yang jaraknya cuma sejengkal, benar-benar harus pinter mengatur bouyancy biar gerakan kita tidak mematahkan karang, jangan sampai tujuan kita unuk konservasi malah merusak karang yang ada! di sela-sela karang yang jaraknya cuma sejengkal itu terselubung bulu-bulu babi, yang bikin grrrrrrrrr saat fin swimming. untuk bisa terbebas dan selamat dari tusukan bulu babi :D
semoga kita akan selalu ingat dengan perjuangan kita ini, bahwa kita adalah keluarga, kita harus saling menjaga, dan laut adalah amanah Tuhan yang harus kita jaga.. :)
Sketsa Hari Ini
Tidak.
Ini sudah berganti hari.
Cerita kemarin tidak akan terulang lagi.
Hari ini yang pasti.
Tidak.
Ini sudah pagi.
Mau mengulang dari awal lagi?
Dengan cerita yang sudah basi?
Tidak.
Cerita sudah berbeda.
Meski masih dalam jalan yang sama.
mereka yang kemarin tertawa apa hari ini yang akan bahagia?
Atau mereka yang terluka yang hari ini akan menderita? Mati. Lalu membusuk.
Tidak, mungkin, ya. Ahh.. Tanpa kepastian untuk besok. Ya untuk hari ini.
Tidak.
Mereka? Aku?
Atau kamu?
Tidak ada kepastian.
Untuk hari ini.
Besok? Lusa? Ahh. Tidak ada kepastian.
Iya
Aku akan terus berjalan, menggenapi setiap langkahku pada peta itu.
Disini telah ku tulis berjuta-juta kesaksian.
Tentang kita dan sketsa perjalanan.
Hanya angin, jejak, akar akar yang menari dengar kekar.
Jalan masih panjang.
Tidak. Mungkin.
Menggeleng-geleng, tidak mengerti.
Atau mungkin selesai. Dan,
aku akan pulang ketika aku harus pulang*
Ini sudah berganti hari.
Cerita kemarin tidak akan terulang lagi.
Hari ini yang pasti.
Tidak.
Ini sudah pagi.
Mau mengulang dari awal lagi?
Dengan cerita yang sudah basi?
Tidak.
Cerita sudah berbeda.
Meski masih dalam jalan yang sama.
mereka yang kemarin tertawa apa hari ini yang akan bahagia?
Atau mereka yang terluka yang hari ini akan menderita? Mati. Lalu membusuk.
Tidak, mungkin, ya. Ahh.. Tanpa kepastian untuk besok. Ya untuk hari ini.
Tidak.
Mereka? Aku?
Atau kamu?
Tidak ada kepastian.
Untuk hari ini.
Besok? Lusa? Ahh. Tidak ada kepastian.
Iya
Aku akan terus berjalan, menggenapi setiap langkahku pada peta itu.
Disini telah ku tulis berjuta-juta kesaksian.
Tentang kita dan sketsa perjalanan.
Hanya angin, jejak, akar akar yang menari dengar kekar.
Jalan masih panjang.
Tidak. Mungkin.
Menggeleng-geleng, tidak mengerti.
Atau mungkin selesai. Dan,
aku akan pulang ketika aku harus pulang*
Jumat, 11 Februari 2011
tentang dia..
Aku duduk sendiri, pandanganku tertuju pada seseorang di balik kaca di kejauhan sana, dengan senyuman yang tak asing di mataku, ia melambaikan tangannya. Orang yang sangat aku hargai, sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi. Ia bapakku. Seiring dengan langkah bus yang membawaku pergi terlintas di benakku, atas apa yang telah beliau lakukan terhadap hidupku selama ini. Beliau yang mendidikku, yang rela bekerja membanting tulang ikhlas mengeluarkan keringatnya biar aku hidup. Detik demi detik, hari demi hari bahkan tahun demi tahun apakah yang dapat kulakukan untuk membalas semua pengorbanannya? Sering aku melawan jika beliau marah karena kenakalanku, sering aku tutup telinga ga mau dengerin nasihatnya. Sering juga aku banting pintu jika beliau tidak mengabulkan permintaanku. Tapi, apakah beliau memendam rasa dendam terhadapku? Tidak! Tidak sama sekali. Bahkan ketika aku jatuh pun, beliau memberikan sayap sayap nya agar aku dapat bangkit dan terbang lagi. Beliau dapat tulus memaafkan kehilafanku. Bahkan beliau tetap menyebut namaku dalam setiap doa doa nya hingga kini aku masih bisa bertahan sampai saat ini. Tak sadarkah aku, bahwa kini aku telah memiliki seseorang yang paling berarti dalam hidupku. Sering sekali aku 'ngedumel' dalam hati, dasar galak, kuno, cerewet. Ya Tuhan, betapa durhakanya aku. Aah.. Pikirku terhenti, dan kupandangi bapak masih dibalik kaca. Semakin jauh, Aku baru sadar, bapak yang dulu tegap kini mulai membungkuk, rambut yg dulunya hitam pun kin memutih, kulitnya mulai berkeriput. Ku tatap beliau, hilang, mataku berbinar dan mulai meneteskan air mata.
Langganan:
Komentar (Atom)




